Belajar sambil bermain

Jam menunjukan pukul 20:11, melihat anak & suami sudah terlelap dalam buaian mimpinya,setelah lelah bermain futsal siang tadi.

Sebagai seorang isteri dan ibu saya mencoba menyempatkan diri menulis sedikit apapun itu, karena belum juga bisa tidur karena siang tadi lelap dalam mimpi indah. Hehee

Sedari pagi si kecil bermain- main di sekitaran Mesjid Manarul Ilmi ITS (MMI) bersama teman sebayanya. Maklum kegiatan rutin yang membolehkan pengajarnya membawa anak ini menjadi kesempatan besar buat saya sebagai seorang ibu untuk bisa bermanfaat dalam beramal soleh untuk ummat.

Lembaga Ashabul Qur'an ini berawal hanya di rumah pribadi, seiring berjalannya waktu yang peminatnya semakin meningkat maka kegiatan Sabtu & Ahad pagi yang di mulai pukul. 07:30 s/d 09:30 dialihkan di mesjid milik kampus ITS dengan jumlah  asatid/zah 8 orang yang dimana pengurusnya adalah mereka yang mengajar di ITS yang di ketuai oleh Dr. Diah P. Wulandari.

Sepulang dari MMI si kecil melahap es oyen, es andalannya karena sudah lama saya tak membelikannya, semenjak saya rajin membuat es untuk di jual selama itu pula saya jarang beli es di luaran sana, maklum Surabaya kota besar gak yakin dengan penggunaan es batunya. Secara ketika saya membandingkan air kran dan air galon yang saya rebus beda sekali. Hasil godokan air kran berwarna hitam dan berbusa sedangkan air galon tetap berwarna putih.

Setelah sebelumnya saya pernah melihat dengan mata kepala saya sendiri dengan tanpa sengaja pembuatan es batunya memakai air kran dan di sekitarnya huhuuuy kotor alias jooroook.

Dari sanalah saya berdakwah lewat jajanan kecil yang di titipkan di warung tidak jauh dari tempat tinggal. Pembuatannya memakai air galon, full gula putih tanpa pewarna/ pengawet/ pemanis. Jadi apabila si kecil menginginkannya saya tidak khawatir ia batuk/ pilek lagi.

Setelah si kecil merasa kenyang dia mengikuti jejak abinya yang telah dulu meluruskan punggungnya, hingga waktu Dzuhur tiba sekitar jam 13:00 sikecil tidak mau tidur kembali entah ap yang mereka lakukan karena saya merasa lelah dan sayapun tertidur.

Menjelang ashar terdengar ketukan pintu, ketukan khas si kecil dengan tangan mungilnya dan mengucapkan salam dalam hatiku menjawab salamnya, daaan tiba-tiba sikecil di sampingku mengecup pipiku (kebiasaan kami kalau membangunkan dg mengecup pipi) oooh senengnya dengan bibirnya yang lembut dan ocehannya karena ia telah ikut futsal maka dalam keadaan ngantuk mendengar ceritanya si kecil meski tak jelas bicara A b c d nya. Hihiii

Esok hari ahad, masih ad tugas beramal soleh jd harus segera beristirahat, semoga Allah membangunkan kami u/ bisa shalat lail jamaah. Oooh amboiii niaaan kala si kecil mengikutinya dan meminta untuk di pakaikan mukenanya, effec dari cerita neraka dan surga kala tidur jadi pengaruh sekali buat Kania ketika saya kasih pilihan cerita neraka dan surga.

Ummi: nak,mau umi ceritakan tentang neraka???

Kania: moo ( tidak mau)

Ummi: hmmm tentang surga yaaa???

Kania: mengangguk-angguk kepala ( tanda ia)

Ummii: ah cerita neraka dulu yaa...
Di neraka itu apinya panas sekali, sehingga tangan kita bisa terbakar, de... Di neraka itu ada orang tapiiiii wajahnya seperti hewan (anjing, dll)

Kania: pegang-pegang  tangan dan memeluk tanda ia ketakutan.

Ummi: naah sekarang di surga adaa bolu besaaar, ada semangka banyaaak( karena makanan favoritnya)

Kania:  langsung bilang "am " sambil tangan dan bibirnya di gerakkan, serta entah ngomong apa lagi.

Saya mengajak ia bercerita tidak lain adalah supaya dia terangsang untuk bicara dengan kosa kata yang jelas. Tiap hari saya mengajarinya berbagai macam seperti pengenalan diri sendiri, bentuk, warna,alam,hewan, bahkan ia kini bisa bikin nutrijel sendiri alias belajar tata boga. Aaah senengnyaaa

Udah ah sekian dulu, sudah pukul 21:14

Jazkillah Khoir wahai pemilik waktu.



Surabaya, Sabtu 15 Oktober 2016

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.